Minggu, 04 November 2012

Materi pelatihan Kepemimpinan (Compatibility Mode)


GAYA KEPEMIMPINAN

¨       Untuk memudahkan proses pelatihan ini sebaiknya anda mengisi pernyataan-pernyataan dibawah ini—pada kolom Ya/Tidak--  dengan cara memberi tanda (X)
¨       Perintah selanjutnya lihat dech dibawah!

No
Pertanyaan
Ya
Tidak
1
Apakah anda  cenderung berkeinginan untuk menguasai keadaan


2
Secara umum apakah anda berpendapat bahwa manfaatnya cukup besar,  menganalisa sebab-sebab diambilnya suatu keputusan/ kebijaksanaan, sebelum keputusan/kebijaksanaan itu berlaku 


3
Dalam menjalankan peran pemimpin, apakah anda menyukai tugas-tugas administrasi (Planing, analisa dll) daripada tugas yang berhubungan langsung dengan bawahan.


4
Seorang anggota baru memasuki unit organisasi, anda tahu bahwa dia seorang proyek officer yang baru ditunjuk oleh pimpinan induk organisasi. Pada saat anda menghampirinya, apakah anda cenderung menanyakan namanya daripada memperkenalkan diri terlebih dahulu.   


5
Bila secara tiba-tiba timbul suatu persoalan, apakah anda cenderung menyerahkan pada bidang-bidang organisasi yang berkaitan dengan masalah tersebut, daripada bertindak dan menyelesaikan sendiri. 


6
Menurut anda, apakah dalam menyerahkan tugas kepada bawahan, cukup menyerahkan tujuan saja dan menyerahkan cara penyelesaiannya sendiri.


7
Apakah anda setuju dengan pendapat yang menyatakan “Pimpinan tidak boleh terlalu dekat dengan bawahan, karena akan mengurangi kewibawaan” 


8
Keputusan akan diambil untuk menentukan hari rihlah kelompok. Anda mendengar bahwa mayoritas kelompok menghendaki hari sabtu, sedangkan anda yakin hari minggu adalah yang terbaik. Dalam hal menentukan hari tersebut, apakah anda cenderung memakai Voting dari pada mengambil keputusan sendiri.


9
Bila anda diizinkan memakai cara sendiri, apakah anda akan memimpin dengan sistim “Tekan Tombol”, yakni kontak pribadi dan komunikasi ditekan seminimal mungkin.


10
Menurut anggapan anda, apakah kritik membangun itu mudah


11
Apakah anda cenderung merasa bahwa semakin dekat dengan lingkungan anda, maka akan semakin mudah memimpin mereka


12
Setelah beberapa waktu lamanya anda memikirkan suatu persoalan yang berkaitan dengan proyek yang anda pimpin. Anda memerlukan keputusan itu pada atasan yang ternyata lebih banyak mengkritik daripada memecahkan masalah. Apakah anda cenderung jengkel daripada marah


13
Apakah anda berpendapat, bahwa salah satu cara terbaik untuk menanamkan disiplin adalah dengan memberi hukuman yang berat terhadap setiap pelanggaran yang terjadi. 


14
banyak kritikan yang ditujukan kepada anda dalam cara menangani suatu keadaan. Apajkah anda mencoba memilih cara membicarakan pandangan anda dengan kelompok, daripada berlaku sebagai majikan, yaitu menghendaki keputusan yang telah diambil adalah final.


15
Dalam mengadakan komunikasi informal sehari-hari, apakah anda menyerahkan inisiatifnya pada bawahan untuk menghubungi anda.



¨       Masukan jawaban (ya) anda pada kolom dibawah ini, dengan cara melingkari

1
4
7
10
13
Apabila lingkaran =/> 4 ë Otoriter
2
5
8
11
14
Apabila lingkaran =/> 4 ë Demokratis
3
6
9
12
15
Apabila lingkaran =/> 4 ë Free rein

 



Bahan bacaan (Kepemimpinan)
ARTI KEPEMIMPINAN
¨      Kepemimpinan adalah suatu kekuatan yang menggerakan perjuangan atau kegiatan anda menuju sukses. Dalam diri setiap orang terdapat potensi kepemimpinan, namun sebagian besar tidak disadari olehnya (Robert Schuller)
¨      Kepemimpinan bersifat murni subyektif dan sulit diukur secara obyektif, kepemimpinan tidak ada rumusnya dan tidak bisa diajarkan. (Geneen)
¨      Kepemimpinan adalah suatu bentuk seni yang unik, yang membutuhkan kekuatan dan visi pada tingkat yang luar biasa. (Richard Nixon)
¨      Kepemimpinan adalah mitos atau setidak-tidaknya mengandung unsur mitos, karena ia merupakan keterampilan yang langka, adalah suatu proses insani, penuh dengan uji coba, menang atau kalah, banyak menyita waku, sesuatu yang kebetulan.
 Pendeknya kepemimpinan adalah   kharismatik (Bennis dan Nanus)
¨     Kepemimpinan adalah bersumber dari keunggulan manusia, tetapi tidak ada resep atau formula untuk menjalakannya. Ia menyita begitu banyak waktu, memerlukan kerja keras, selalu dihantui dengan sinisme. Ia mencari sejauh mana definisi kepemimpinan, memberi perhatian pada kualitas kepemimpinan. Kepemimpinan yang berkualitas adalah kemampuan atau seni memimpin orang untuk bisa mencapai hasil-hasil yang luar biasa. (Glen 
PENDEKATAN KEPEMIMPINAN
Untuk memahami kepemimpinan dapat digunakan empat macam pendekatan:
a.       Trait approach (pendekatan sifat)
Pendekatan ini dibahas tentang sifat-sifat yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin antara lain banyak mengetahui (well informed), tidak kaku (flexibel), selalu berperan serta, tidak otoriter (democratic), dan tidak suka menyerang dengan kata-kata. Keith Davids (1983), menggambarkan sifat-sifat kepemimpinan itu menggambarkan kecerdasan, kedewasaan dan keleluasaan hubungan sosial, motivasi diri dan dorongan berprestasi serta sikap hubungan kemanusiaan.
b.      Stylistic approach (pendekatan gaya). Menurut Gatto (1992) dalam kaitan ini ada empat gaya kepemimpinan:
¨     Gaya direktif, pada dasarnya gaya seperti ini adalah gaya otoriter, yakni semua kegiatan terpusat pada pemimpin, sedangkan orang lain diberi sedikit saja kebebasan untuk berkreasi dan bertindak seperti keinginan pemimpin.
¨     Gaya konsultatif, gaya ini memberi fungsi Pemimpin sebagai tempat konsultasi, pemberi bimbingan, motivasi, memberi nasehat dalam rangka mencapai tujuan.
¨     Gaya partisipatif, gaya ini bertolak dari gaya konsultatif yang berkembang kearah saling percaya antara pemimpin dan bawahan. Pemimpin cenderung memberi kepercayaan pada kemampuan kepada orang lain, banyak mendengar, menerima, bekerjasama, dan memberi dorongan dalam proses pengambilan keputusan.
¨     Gaya free rein atau gaya delegasi yaitu gaya yang mendorong kemampuan staf untuk mengambil inisiatif. Gaya ini hanya bisa berjalan jika staf memperlihatkan tingkat kompetensi dan keyakinan akan mengejar tujuan dan sasaran organisasi.
c.      Situational approach (pendekatan situasional). Efektifitas organisasi menurut Fiedler (1974), tergantung pada dua variabel yang saling berinteraksi, yaitu sistem motivasi dari pemimpin, dan tingkat atau keadaan yang menyenangkan dari situasi. Menurutnya situasi kepemimpinan digolongkan pada tiga dimensi:
¨      Hubungan pemimpin – anggota, yaitu bahwa pemimpin akan mempunyai lebih banyak kekuasaan dan pengaruh, apabila ia dapat menjalin hubungan yang baik dengan anggota-anggotanya.
¨      Struktur tugas, yaitu bahwa tugas yang berstruktur dengan baik, jelas, eksplisit, terprogram akan memungkinkan pemimpin lebih berpengaruh daripada sebaliknya.
¨      Posisi kekuasaan, pemimpin akan mempunyai kekuasaan dan pengaruh apabila posisinya atau kedudukannya memperkenankan ia memberi ganjaran, hukuman, mengangkat dan memecat daripada kalau ia tidak memiliki kedudukan seperti itu.
Kepemimpinan yang efektif ialah kepemimpinan yang mampu menumbuhkan, memelihara dan mengembangkan usaha dan iklim yang koperatif dalam kehidupan organisasional dan yang tercermin dalam kecekatannya mengambil keputusan. (Siagian, 1982).
d.       Pendekatan fungsional, Raymond Cattel dianggap pelopor teori ini. Ia berasumsi bahwa suatu perilaku yang dapat memberi sumbangan pada pencapaian tujuan kelompok dianggap sebagai pemimpin, tidak peduli siapa yang menimpalin perilaku tersebut. gaya kepemimpinan yang objektif dan memihak ternyata mendorong produktifitas kelompok dibandingkan gaya supervisi perorangan.
TEORI –TEORI KEPEMIMPINAN
1.      Teori-teori orang besar (Great Man Theories)
2.      Teori-teori sifat (Trait Theories).
3.      Teori-teori lingkungan (environmental Theories). Tiap masa mempunyai keunikan dan melahirkan pemimpin yang mampu mengisi kekosongan pada saat itu. Tampilnya pemimpin sebenarnya tergantung pada kemampuan dan keterampilannya menyelesaikan masalah sosial yang memang sangat dibutuhkan disaat timbul ketegangan, perubahan-perubahan dan adaptasi.
4.      Teori-teori situasional pribadi (personal situasional theories). Berdasrakan teori ini kepemimpinan dihasilkan oleh tiga faktor yang saling berkaitan; 1)sifat-sifat pribadi pemimpin, 2)karakteristik dan warna kelompoknya, 3) pristiwa, perubahan atau masalah yang dihadapi oleh kelompok tersebut.
5.      Teori-teori psikoanalitik (psychoanalytic Theories). Teori ini menginterpretasikan pemimpin sebagai figur seorang ayah, sebagai sumber kasih dan ketakutan, simbol superego, tempat pelampiasan kekcewaan, frustasi dan agresivitas para pengikut, tetapi juga sebagai  orang yang membagi kasih kepada pengikutnya. Pemimpin seperti ini cenderung dan mampu untuk membangkitkan keyakinan, mampu mengartikulasikan cita-cita dan ide, dapat mendominsi para pengikut yang terlebih dahulu sudah siap secara psikologi untuk itu.
6.     Teori-teori antisipasi-interaksi (Interaction-Exfectation Theories). Dua model dalam teori ini:
¨      Leader Role Theores, variabel utama kepemimpinan ini :action, interaction dan sentiment. Apabila frekuensi dan peran serta dalam aktivitas bersama itu meningkat maka perasaan saling memiliki akan timbul dan norma-norma kelompok akan makin jelas.
¨      A Two Stage Model. Dalam model ini bila pemimpin meningkatkan keterampilan bawahannya, itu juga berarti mendorong bawahan untuk meningkatkan motivasi. Artinya keterampilan dan motivasi itu akan memperbaiki efektifitas bawahan sendiri.
7.      Teori-teori Manusiawi (Hummanistic Theories). Teori ini menekankan tumbuh kembangnya organisasi yang efektif dan kohesif. Fungsi kepemimpinan adalah modifikasi organisasi sedemikian rupa sehingga orang-orang dalam organisasi merasa memiliki kebebasan untuk merealisasikan potensi motivasionalnya dalam memenuhi kebutuhannya, tetapi juga pada saat bersamaan  dapat memberikan kontribusi dalam mencapai tujuan organisasi.
8.      Teori-teori pertukaran (Exchange Theories)
Bahwa sebenarnya interaksi sosial merupakan suatu bentuk pertukaran  (a form of exchange) yang anggota-anggota kelompok memberi dan menerima kontribusi secara sukarela atau cuma-cuma.
ELEMEN KEPEMIMPINAN
1.      Initiativ. Pemimpin mengambil inisiatif jika ia melakukan aktifitas tertentu dan aktifitas itu dilakukan dengan kemauan keras dan didukung oleh bawahan dengan antusiasme.
2.      Inquiry (menyelidiki). Pemimpin selalu butuh informsi yang komprehensif mengenai bidang yang menjadi tanggungjawabnya. Untuk itu ia perlu mempelajari latar belakang segala hal.
3.      Advocacy (dukungan dan dorongan). Seorang pemimpin perlu mendukung ide yang dimaksud dan meyakinkan orang lain untuk berbuat hal yang sama.
4.      Conflic solving (memcahkan masalah). Pemimpin wajib menyelesaikan konflik terjadi dalam organisasi.
5.      Decision making (pengambil keputusan). Keputusan yang dibuat hendaknya memberi keuntungan bagi kebanyakan orang.
6.       Critique  (kritik). Kritik diartikan sebagai evaluasi dan menilai.

KOMUNIKASI ORGANISASI

Hakikat dan Pengertian Komunikasi

Hakikat Komunikasi adalah proses pernyataan antar manusia. Yang dinyatakan itu adalah pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa sebagai alat penyalurnya.
Dalam terminologi komunikasi, pernyataan dinamakan pesan (Message), orang yang menyampaikan pesan itu disebut komunikator (communicator), sedangkan orang yang menerima pesan disebut komunikan (communicatee).
Untuk tegasnya, komunikasi berarti proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan. Jika dianalisis, pesan komunikasi terdiri dari dua aspek, yakni pertama, isi pesan (the Content of message), dan kedua, lambang (symbol). Kongkritnya isi pesan itu ada lah pikiran atau perasaan, dan lambang adalah bahasa.

Tujuan Komunikasi :
Ada empat tujuan komunikasi (yang utama), yaitu dapat disadari ataupun tidak disadari, dikenali ataupun tidak dikenali. Tujuan-tujuan komunikasi tersebut adalah :
1.    Menemukan ;
Bila sahabat berkomunikasi dengan orang lain, sahabat belajar mengenai diri sendiri selain dengan orang lain. Kenyataannya, persepsi-persepsi diri sahabat sebagian besar dihasilkan dari apa yang telah sahabat pelajari tentang diri sendiri ataupun orang lain selama berkomunikasi, khususnya dalam perjumpaan-perjumpaan antar pribadi.
Cara lain kita melakukan penemuan diri adalah melalui proses perbandingan sosial, melalui perbandingan baik kemampuan, prestasi, sikap, pendapat, nilai, maupun kegagalan kita dengan orang lain.
Dengan berkomunikasi kita dapat memahami secara lebih baik diri kita sendiri dan orang lain yang kita ajak bicara. Tetapi, komunikasi juga memungkinkan kita menemukan dunia luar-dunia yang dipenuhi obyek, peristiwa, dan kemanusiaan lain.

2.    Untuk berhubungan
Salah satu motivasi kita yang paling kuat adalah berhubungan dengan orang lain; membina dan memelihara hubungan dengan orang lain. Kita ingin merasa dicintai dan disukai sekaligus mencintai dan menyukai orang lain. Pada saat itulah sahabat merasa perlu berkomunikasi dengan orang lain.

3.    Untuk meyakinkan
Dalam perjumpaan antar pribadi sehari-hari kita berusaha mengubah sikap dan perilaku orang lain. Kita berusaha mengajak mereka melakukan sesuatu, mencoba hal-hal baru, meyakini bahwa sesuatu itu benar atau salah, menyetujui atau mengecam gagasan tertentu. Hal itu hanya bisa kita lakukan melalui komunikasi.

4.    Untuk bermain
Kita menggunakan banyak perilaku komunikasi untuk bermain dan menghibur diri. Demikian juga banyak perilaku komunikasi kita rancang untuk menghibur orang lain. Ada kalanya hiburan ini merupakan tujuan akhir, tetapi ada kalanya ini merupakan cara untuk mengikat perhatian orang lain, sehingga kita dapat mencapai tujuan-tujuan lain.

Hambatan – hambatan komunikasi

Tidaklah mudah untuk melakukan komunikasi secara efektif (berhasil). Bahkan beberapa ahli menyatakan bahwa tidaklah mungkin seseorang melakukan komunikasi yang sebenar-benarnya efektif. Ada banyak hambatan yang bisa merusak komunikasi, yang beberapa diantaranya adalah:
¨      Gangguan
Ada dua jenis gangguan terhadap jalannya komunikasi yang menurut sifatnya dapat diklasifikasikan sebagai gangguan mekanik dan gangguan semantik:
Gangguan Mekanik adalah gangguan yang disebabkan oleh saluran komunikasi atau kegaduhan yang bersifat fisik.
Gangguan semantik. Gangguan ini bersangkutan dengan pesan komunikasi yang pengertiannya menjadi rusak. Gangguan semantik tersaring kedalam pesan melalui penggunaan bahasa. Lebih banyak kekacauan mengenai pengertian suatu istilah atau konsep yang terdapat pada komunikator, akan lebih banyak gangguan semantik dalam pesannya. Gangguan semantik terjadi dalam salah pengertian.

Komunikasi Organisasi
Komunikasi organisasi merupakan pengiriman dan penerimaan berbagai pesan didalam organisasi – didalam kelompok formal maupun informal organisasi. Semakin besar dan semakin kompleks suatu organisasi, semakin besar dan semakin kompleks komunikasinya. Pada organisasi yang beranggotakan tiga orang, komunikasinya relatif sederhana, namun organisasi yang beranggotakan seribu orang  komunikasinya menjadi semakin kompleks.
Komunikasi organisasi dapat bersifat formal maupun informal. Yang termasuk dalam komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientsi kepada organisasi. Isinya berupa cara-cara kerja didalam organisasi, produktifitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi: Memo, Kebijakan, Pernyataan, temu Pers, dan surat-surat resmi. Yang termasuk didalam komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui secara sosial. Orientasinya tidak pada organisasinya sendiri, tetapi lebih pada para anggotanya secara individual.

Jaringan Komunikasi
Karena struktur hirarkinya yang sangat ketat, jarak fisik yang jauh dari orang-orangmya, perbedaan yang besar dalam kompetensinya, dan berbagai tugas khusus yang harus diselesaikan, maka organisasi harus menciptakan sejumlah jaringan komunikasi yang beragam. Yang dimaksudkan dengan jaringan di sini addalah saluran yang digunakan untuk meneruskan pesan dari satu orang ke orang lain. Jaringan ini dapat dilihat dari dua perspektif. Pertama, kelompok kecil yang sesuai dengan sumber daya yang dimilikinya akan mengembangkan pola komunikasi yang menggabungkan beberapa struktur jaringan komunikasi. Jaringan komunikasi ini mungkin merupakan sistem komunikasi umum yang akan digunakan oleh kelompok dalam mengirimkan pesan dari satu orang ke orang lain. Kedua, jaringan komunikasi ini bisa dipandang sebagai struktur yang diformalkan yang diciptakan oleh organisasi sebagai sarana komunikasi organisasi.

Struktur jaringan komunikasi
Lima struktur jaringan komunikasi dapat dilihat pada gambar. Setiap diagram menunjukkan adanya lima individu, meskipun suatu jaringan komunikasi bisa melibatkan sejumlah orang lebih dari lima. Tanda panah menunjukan arah pesan mengalir.



ANALISIS TRANSAKSI
(Komunikasi Organisasi)

Apakah anda mengenal diri anda dengan baik? Apakah anda mengetahui secara persis setiap relung dan lubuk hati anda yang ada dalam diri anda? Kalau anda menjawab ya, anda termasuk orang yang tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu.
Untuk membantu anda agar menjadi orang yang tahu bahwa dirinya tahu atau setidaknya orang yang tahu bahwa dirinya tidak tahu, daftar pertanyaan ini disusun sama sekali bukan tes (semacam masuk PTN), sekedar upaya untuk membantu anda lebih mengenal dirinya.
Ada 18 pertanyaan, yang diusahakan menggambarkan suatu keadaan tertentu dalam kehidupan organisasi. Untuk setiap pernyataan, ada 3 kemungkinan respons yang dapat anda lakukan. Anda diminta memberikan respons yang biasanya di lakukan bila menghadapi situasi organisasi yang anda geluti (sebagaimana pernyataan). Caranya mudah; beri angka 1 - 3 pada setiap pernyataan yang menggambarkan urutan respons anda. Ingat semua pernyataan mengharuskan anda memberikan respons, karena semua respon yang anda ambil harus diberi angka 1 - 3. Ingat pula; Urutan respons adalah skala prioritas yang biasanya anda lakukan, bukan yang seharusnya anda lakukan.

1.    Permintaan anda untuk audiensi dengan tokoh penting dikabulkan. Anda diminta untuk segera bertemu dengan tokoh penting yang belum anda kenal secara pribadi. Ketika bertemu anda akan …………………………..
(    ) a. Merinci dengan jelas alasan-alasan anda ingin bertemu dan menjelaskan
mengenai berbagai hal sehubungan dengan organisasi anda.
(    ) b. Memperkenalkan diri anda dan menunjukkan minat yang besar serta
dukungan program dan kegiatannya, baru kemudian menjelaskan yang anda inginkan darinya.
(    ) c. Menyatakan secara singkat dan jelas yang anda inginkan darinya.

2.    Pada rapat evaluasi suatu kegiatan yang anda tangani, rapat cenderung menilai capaian kegiatan tersebut jauh dari yang diharapkan. Anda akan………………………
(   ) a. Mengungkapkan secar lengkap dan rinci data dan informasi yang
berhubungan dengan kegiatan tersebut, mengambil kesimpulan dan meminta persetujuan terhadap langkah perbaikan yang hendak anda ambil.
(   ) b. Meminta agar pihak yang terlibat dan berkepentingan dengan kegiatan
tersebut tetap berkepala dingin, supaya bisa dilakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan.
(   ) c. Menyatakan bahwa ketidak berhasilan kegiatan tersebut bukan
semata-mata kesalahan anda, tetapi juga pimpinan, sejawat dan anggota tim anda.

3.    Suatu ketika usulan proyek anda, yang anda anggap sangat baik ditolak oleh pimpinan anda. Sikap anda ………………………………….
(    ) a. Anda tidak harus mengerti penolakan itu karena usulan proyek anda tidak
pernah ditolak pimpinan sebelumnya. Kepada pimpinan anda, anda kemukakan hal ini sembari mengemukakan seorang pimpinan  seharusnya Tutwuri Handayani, tidak main tolak begitu saja.
(   ) b. Anda bisa memaklumi penolakan itu, anda memikirkan kembali usulan
tersebut secar terinci untuk membuat perubahan dan perbaikan yang diperlukan, sesuai dengan saran yang diberikan oleh pimpinan anda.
(   ) c. Anda memprotes pimpinan anda yang tidak menghargai jerih payah anda
menyusun usulan proyek itu. Anda mengambil keputusan untuk hanya bertindak atas perintah pimpinan anda . daripada mengamil inisiatif tetapi tidak dihargai.

4.    Dalam suasana informal (tidak resmi), anda hormat kepada orang yang …………..
(   )  a. Tidak bertele-tele dan berbicara langsung pada pokok persoalan
(   )  b. Mengungkapkan  gagasan-gagasan secara jelas dan menunjukkan
orisinilitas berpikir.
(   )  c. Penuh optimisme dan menunjukkan kepekaan perasaaan yang tinggi.

5.    Dalam menyelesaikan sesuatu tugas dengan orang lain dalam sebuah tim, yang terpenting menurut anda adalah :
(   )  a. Meminta kepada tim anda untuk menetapkan posisi dan fungsi
masing-masing dalam tim dan mengumpulkan data/informasi sebanyak-banyaknya sebagai dasar bagi penyusunan rencana dan penyelesaian tgas tim anda.
(   )  b. Menekankan pentingnya penyelesaian tugas tersebut sesegera mungkin
(   )  c. Membagi tugas dengan sebaik-baiknya dan memerintahkan kepada
anggota tim anda untuk melaksanakan tugas masing-masing, serta memberikan konsekuensi atas hasil kerja masing-masing.

6.    Dari feedback teman-teman anda, anda tahu bahwa orang lain cenderung melihat anda sebagai orang yang …….
(   ) a. Pelaksana efektif dan sangat mementingkan tindakan, serta mampu
membuat suatu rencana/ gagasan benar-benar bisa terwujud dan dilaksanakan segera.
(   ) b. Mampu berhubungan baik dengan orang-orang disekitar dan mampu
menghadapi berbagai persoalan dengan kepala dingin.
(   ) c. Konseptual, sistematis, analitis, dan benar-benar menguasai data/informasi
serta persoalan yang anda bicarakan.

7.    Ada teman anda yang menganggap anda adalah saingan berat dalam meraih jabatan tertentu dalam organisasi anda. Anda akan……
(   ) a. Menganggap persaingan itu tak pernah ada, dan anda tetap bersikap
wajar dan biasa-biasa saja terhadap teman anda itu.
(   ) b. Penikmati persaingan tersebut  dan merasa puas jika menang.
(   ) c. Mengumpulkan berbagai data/ informasi dan menganalisa berbagai aspek
persaingan.

8.    Anda ditempatkan dalam suatu tim kerja dengan anggota kelompok yang cenderung bekerja sangat serius. Anda akan …..
(   ) a. Mengemukakan perlunya mendekati permasalahan secara proporsional
(pada tempatnya) dan bekerja sesuai dengan situasi dan kondisi.
(   ) b. Mengikuti gaya dan irama kerja anggota tim anda.
(   ) c. Menekankan pentingnya hasil yang harus dicapai dan menghindarkan
perdebatan hal-hal yang membuat suasana jadi serius.

9.    Anda mempunyai suatu gagasan dan mensosialisasikannya dalam sebuah rapat. Beberapa teman melancarkan serangan gencar kepada anda. Anda akan …….
(   ) a. Menganggap teman-teman anda kekanak-kanakan dan patut dikasihani.
(   ) b. Meminta kepada teman-teman anda untuk mengemukakan sarana-sarana
kongkrit guna penyempurnaan gagasan anda.
(   ) c. Tidak memperdulikan serangan itu, dan anda bertekad merealisir gagasan
anda apapun resikonya.

10.  Dalam kehidupan berorganisasi, anda sangat suka berhubungan dengan
orang  yang …..
(   ) a. Memiliki gagasan yang aneh-aneh untuk melakukan berbagai perubahan.
(   ) b. Selalu mengikuti perkembangan aktual yang terjadi, dan
menghubungkannya dengan kejadian di masa lalu, serta pengaruhnya di masa mendatang.
(   ) c. Menarik dan mampu membangkitkan semangat orang lain.

11.  Dalam melaksanakan program-program anda, anda lebih tertarik pada ….
(   ) a. Kaitan-kaitan yang runtut dan teratur dari masa lalu ke masa kini sampai
ke masa depan.
(   ) b. Tindakan-tindakan yang paling mungkin dilaksanakan dan dibutuhkan
saat     itu.
(   ) c. Belajar dari masa lalu.



12.  Menghadapi orang yang mempunyai pemikiran yang berbeda dengan pemikiran
anda. Anda akan …..
(   ) a. Mencari persesuaian pada hal-hal tertentu dan mengabaikan hal-hal yang
berbeda.
(   ) b. Tetap berkepala dingin dan menunjukkan alasan-alasan kuat  yang
mendasari pemikiran anda sendiri.
(   ) c. Mencoba memahami alasan-alasan dibalik pemikiran tersebut.

13.  Suatu ketika terjadi krisis dalam organisasi anda, yang mengancam
kelangsungan hidup arganisasi anda. Tindakan apa yang anda ambil …….
(   ) a. Mencari tahu adakah hal itu pernah terjadi sebelumnya, dan tindakan apa
yang pernah diambil untuk mengatasinya.
(   ) b. Tidak tahu persis tindakan yang hendak anda lakukan, kecuali mencoba-
coba hal yang terlintas di benak anda, karena anda belum pernah mengalami sebelumnya.
(   ) c. Mendekati permasalahan secara sistematis dan mencari alternatif
pemecahan secara analitis.

14.  Anda diminta untuk menggantikan kedudukan teman anda dalam suatu tim kerja.
Anggota tim tersebut tidak senang pada cara kerja anda. Anda akan …..
(   ) a. Menjelaskan cara kerja anda secara sistematis dan analitis.
(   ) b. Menanamkan kesan baik pada mereka dengan gaya hidup yang
sesemarak mungkin.
(   ) c. Melakukan tindakan praktis dan langsung saja pada pokok persoalan untuk
memperlihatkan kepada mereka bahwa yang akan anda lakukan memang patut mereka perhatikan.

15.  Batas waktu penyelesaian tugas anda tanpa anda sadari sudah tinggal beberapa
hari lagi. Anda akan merampungkan tugas tersebut dengan ……
(   ) a. Penuh ketenangan, karena hal ini sudah sering terjadi, dan biasanya tugas
pun selesai pada saatnya.
(   ) b. Melakukan tindakan-tindakan kreatif dan orisinil, berdasarkan analitis
secara sistematis yang anda lakukan.
(   ) c. Memutuskan apa saja yang anda lakukan pada saat itu dan segera saja
melaksanakannya.

16.  Dalam memimpin tidak selamanya anda berhasil mengajak anggota tim anda
untuk mendukung dan terlibat penuh. Anda merasa sangat berhasil memimpin kelompok orang-orang, ketika anda ……..
(   ) a. Memberikan contoh-contoh pelaksanaan tugas dan segera menyelesaikan
segala sesuatu yang mesti di selesaikan.
(   ) b. Dapat menjelaskan proses yang akan ditempuh, langkah demi langkah.
(   ) c. Senantiasa menjaga agar setiap orang tetap aktif dan terlibat.

17.  Untuk mengajak orang lain, agar mendukung dan terlibat dalam tindakan yang
anda akan ambil, kadang-kadang anda harus meyakinkan orang-orang itu. Dalam keadaan demikian, biasanya anda ……
(   ) a. Mengemukakan alasan-alasan yang bisa membuatnya memutuskan untuk
terlibat dalam tindakan anda.
(   ) b. Tidak bertele-tele, langsung mengemukakan pokok masalah.
(   ) c. Terlebih dahulu memperkirakan tanggapannya dan bertindak
atas dasar itu.

18.  Dalam kehidupan berorganisasi anda berhubungan dengan berbagai macam
orang. Anda harus menghargai berbagai macam orang tersebut, karena semuanya mempunyai posisi dan fungsi masing-masing. Namun demikian, anda menghargai pemikiran lebih dari orang lain terhadap orang yang …..
(   ) a. Tanpa pamrih dan sedikit bicara banyak bekerja.
(   ) b. Mengerti dan memahami perasaan orang lain, serta menghargai pemikiran
dan jasa orang lain.
(   ) c. Terkesan intelek, teoritis, berfikir tegas dan berdasarkan kenyataan
yang   ada.


Lembar Jawaban

            1                 7               13                                                           P         A         C     
P








C








A








            2                  8              14   
A








P








C








            3                  9 15
P








A








C

















            4                 10 16       
A








PC
















            5                 11 17 
A








PC
















            6                12              18
C








P








A

















KEADAAN MENYENANGKAN



SANGAT SESUAI
P
A
C
.
.
.
9
9
9
.
.
.
.
.
.
12
12
12
.
.
.
.
.
.
15
15
15
.
.
.
.
.
.
18
18
18
.
.
.
.
.
.
21
21
21
.
.
.
.
.
.
24
24
24
.
.
.
.
.
.





SANGAT TIDAK SESUAI
27
27
27
.
.
.
.
.
.
30
30
30
.
.
.
.
.
.
33
33
33
.
.
.
.
.
.
36
36
36

KEADAAN TIDAK MENYENANGKAN



SANGAT SESUAI
P
A
C
.
.
.
9
9
9
.
.
.
.
.
.
12
12
12
.
.
.
.
.
.
15
15
15
.
.
.
.
.
.
18
18
18
.
.
.
.
.
.
21
21
21
.
.
.
.
.
.
24
24
24
.
.
.
.
.
.





SANGAT TIDAK SESUAI
27
27
27
.
.
.
.
.
.
30
30
30
.
.
.
.
.
.
33
33
33
.
.
.
.
.
.
36
36
36


Petunjuk Pengisian Analisis Transaksi

1.    Pindahkan hasil yang anda peroleh dalam pengisian Kuisioner Analisis Transaksi ke kotak-kotak yang ada disebelah kiri yang bernomor diatasnya. Misal: hasil isian kuisioner nomor 1 adalah 3, 1, 2, maka isilah kotak-kotak yang bernomor 1 ; 3 (pada kotak yang paling atas), 1 (pada kotak tengah) dan 2 (pada kotak paling bawah), yakinkan anda tidak keliru dalam memindahkan hasil kuisioner.
2.    Setelah pengisian hasil kuisioner selesai dipindahkan, jumlahkan angka-angka yang ada pada kotak-kotak yang sejajar kekanan. Sebagai contoh : angka yang tertera pada kotak-kotak paling atas pada nomor 1 dijumlahkan dengan angka yang tertera pada kotak yang paling atas pada nomor 7 dan nomor 13. Demikianlah seterusnya untuk kotak yang ditengah dan paling bawah pad nomor yang sama. Lakukanlah hal yang sama untuk nomor-nomor selanjutnya.
3.    Isikanlah hasil penjumlahan tersebut kekotak tebal dibawah huruf  P, A, dan C yang ditunjuk panah.
4.    Jumlahkan angka-angka yang tertera pada kotak tebal dibawah huruf  P, A, dan C tersebut kebawah dengan ketentuan sebagai berikut :
a.     Untuk kelompok  9 kotak-kotak diatas (yang bernomor 1, 7, 13; 2, 8,14; dan 3, 9, 15), isikanlah hasilnya pada kotak-kotakyang ada tepat dibawahnya.
b.     Untuk kelompok  9 kotak-kotak dibawah (yang bernomor 4, 10,16; 5, 11, 17; dan 6, 12, 18), isikan hasilnya pada kotak-kotak tepat dibawahnya.
5.    Pindahkan hasil langkah 4 dilembar Hasil Akhir. Caranya : berilah tanda pada angka-angka yang ada dibawah huruf  P, A, dan C  sesuai hasil langkah 4 diatas. Misal: hasil langkah 4.a; 22 (untuk kotak dibawah huruf P), 14 (untuk A) dan 18 (untuk C), tandailah angka-angka yang sama dibawah huruf P, A, dan C. Lalu tariklah garis yang menghubungkan ketiga angka tersebut sehingga menyerupai grafik.

catatan :
A.  Hasil langkah 5.a pindahkan ke Hasil Akhir untuk Keadaan Tidak Menyenangkan.
B.  Hasil langkah 5.b pindahkanlah ke Hasil Akhir untuk keadaan Menyenangkan

Sabtu, 07 Juli 2012

~*;; Ukiran SebuaH RinDu ;;*~

Meski pun kau jauh..Tak pernah ku mengeluh..
Tanpa rasa jenuh..
Tetap setia ini selalu utuh..
Demi hasrat ku bersungguh.

,,,,,,,,,,,,,,karna mu..senyum ku bermakna..
Karna mu..bahagia ku berharga..
Karna mu ..hati ini ku jaga...
Dan demi ku,,tak ingin mendua..

,,,,,,,,menjadi ukiran sebuah rindu..
Dalam mimpi dan nyata ku..
Hanya bayang mu,,terngiang selalu...
Siang dan malam membelenggu..
Saat mata dan jiwa duduk termangu,,
semua karna dirimu..
.

Kamis, 05 Juli 2012

Terpaksa Menikah


Terpaksa Menikah... 
( Kisah inspiratif untuk para istri dan suami )
Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.
Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.
Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.
Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.
Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.
Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.
“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.
Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”
“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.
Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.
Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.
Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.
Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.
Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.
Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.
Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.
Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.
Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.
Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.
Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.
Istriku Liliana tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.
Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.
Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!
Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.
Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.
Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.
Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”
Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”
Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”
Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”
Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.

http://bundaiin.blogdetik.com/2011/10/07/kisah-inspirasi-untuk-para-istri-dan-suami/